museum

Hal Menarik di Museum Perjuangan Bogor yang Wajib Dilihat

Museum Perjuangan Bogor merupakan salah satu museum yang menjadi saksi sejarah perjuangan bangsa Indonesia untuk merdeka di Kota Hujan. Museum yang sudah ada sejak tahun 1957 ini menyimpan berbagai koleksi sejarah yang menarik untuk dilihat karena masing-masing punya cerita sejarah tersendiri. Kalau kamu sedang berkunjung ke Kota Bogor, sempatkanlah untuk mendatangi Museum Perjuangan Bogor karena lima hal menarik berikut siap menyambut kunjunganmu.

Baca juga : Fakta Menarik Bioskop Atom Yang Tutup 24 Tahun Silam

1. Koleksi berbagai senjata

Museum Perjuangan Bogor menyimpan berbagai koleksi senjata yang digunakan selama masa penjajahan bangsa asing di Indonesia. Senjata-senjata yang dulu digunakan oleh bangsa Inggris dan Belanda tampak menghiasi berbagai sudut ruangan museum. Tak hanya itu, di museum ini juga dapat ditemukan berbagai koleksi senjata yang dulunya digunakan oleh para pejuang lokal Indonesia.

2. Sisa Pakaian

Selain berbagai koleksi senjata, Museum Perjuangan Bogor juga mempunyai koleksi beberapa sisa pakaian yang dulu dipakai selama masa perjuangan. Pakaian-pakaian tersebut masih tersimpan secara utuh dalam lemari kaca yang ada di museum ini. Salah satunya adalah pakaian yang dulu pernah digunakan oleh anggota palang merah semasa penjajahan.

3. Lukisan dan foto zaman dahulu

Hal menarik lainnya yang ada di Museum Perjuangan Bogor adalah berbagai koleksi lukisan dan foto yang memenuhi dinding ruangan. Lukisan-lukisan yang ada di museum ini tampak menggambarkan membaranya kondisi selama masa perjuangan. Selain itu, tampak pula berbagai foto pahlawan Tanah Air yang dulu ikut berjuang dalam memperoleh kemerdekaan Indonesia.

4. Berbagai dokumen serta surat kabar

Museum Perjuangan Bogor menyimpan koleksi berbagai dokumen penting yang tersusun rapi dalam lemari kaca yang ada di museum ini. Dokumen-dokumen tersebut meliputi berbagai surat administrasi pada masa sebelum dan setelah kemerdekaan. Selain berbagai dokumen penting, kamu juga dapat menemukan koleksi surat kabar yang terbit selama masa penjajahan maupun masa awal kemerdekaan Indonesia.

5. Koleksi uang dari tahun ke tahun

Hal menarik terakhir yang ada di Museum Perjuangan Bogor adalah koleksi uang zaman penjajahan yang ada di museum ini. Selain uang yang beredar selama masa penjajahan, di museum ini juga dapat ditemukan berbagai koleksi uang yang beredar setelah masa kemerdekaan Indonesia. Uang-uang yang dicetak dalam bentuk kertas serta logam ini tampak masih utuh dan tersimpan dengan rapi di lemari kaca musem.

Museum Zoologi Bogor Koleksi fauna di Indonesia

Museum Zoologi Bogor adalah museum yang terletak di Bogor, memiliki koleksi yang berkaitan dengan dunia satwa seperti berbagai spesimen yang diawetkan maupun fosil hewan. Museum ini terbagi menjadi dua, salah satunya dibuka setiap hari untuk umum yang berisi ruang pameran terletak di Jalan Ir. H. Juanda No. 9 Bogor, museum yang satu lagi berfungsi sebagai tempat koleksi dan hanya dibuka untuk umum setahun sekali pada bulan Oktober, berada di Pusat Ilmu Pengetahuan Cibinong tepatnya di Jalan Raya Jakarta – Bogor Km.46 Cibinong, Bogor.

Baca juga : Mengenai Bangunan & Ruangan di Istana Bogor

Kedua bagian museum ini dikelola oleh Bidang Zoologi Pusat Penelitian Biologi-LIPI. Awal berdirinya Museum Zoologi Bogor merupakan laboratorium zoologi dengan nama Landbouw Zoologisch Laboratorium yang didirikan pada tanggal 23 Agustus 1894 gagasan dari J. C. Koningsberger ahli botani berkebangsaan Belanda. Laboratorium ini didirikan sebagai sarana penelitian yang berkaitan dengan pertanian dan zoologi. Pada tahun 1906 namanya berubah menjadi Zoologisch Museum and Wekplaats, pada tahun 1910 kemudian berubah lagi menjadi Zoologisch Museum en Laboratorium.

Koleksi fauna di Indonesia

Koleksi Museum Zoologi yang berada di gedung Widyasatwaloka, Pusat Ilmu Pengetahuan Cibinong meliputi 3,5% jumlah jenis fauna yang terdapat di Indonesia, dan dari keberagaman fauna di Indonesia hanya 0,05% contoh binatang (spesimen) yang dimiliki oleh Bidang Zoologi, Pusat Penelitian Biologi, LIPI.

  1.  Mamalia, koleksinya terdiri dari berbagai jenis binatang menyusui yang dikumpulkan dari berbagai kepulauan di Indonesia. Jumlah koleksi 650 jenis, terdiri dari 30.000 contoh binatang (spesimen).
  2.  Ikan, koleksi berbagai jenis ikan terdiri dari 12.000 jenis yang diwakili oleh 140.000 contoh binatang.
  3.  Burung, koleksi dikumpulkan dari wilayah Indonesia Timur dan Barat. Jumlah seluruhnya 1.000 jenis, meliputi 30.762 contoh binatang.[8] Ruang koleksi tempat penyimpanan spesimen
  4.  burung suhu udara di ruangan dipertahankan pada 22°C untuk menjaga agar koleksi tidak hancur.
  5.  Reptil dan amfibi, koleksi yang tersimpan tercatat 763 jenis, dari 19.937 contoh binatang.
  6.  Moluska, koleksi moluska yang tersimpan tercatat 959 jenis yang dari 13.146 contoh binatang.
  7.  Serangga, merupakan kelompok binatang yang paling banyak jumlah koleksinya. Museum Zoologi Bogor merupakan tempat penyimpanan serangga terlengkap dan terbesar di Asia Tenggara. Koleksi serangga tercatat 12.000 jenis, dari 2.580.000 contoh binatang.
  8.  Invertebrata lain, terdiri dari jenis-jenis invertebrata bukan moluska dan serangga. Koleksi yang terkumpul ada 700 jenis dari 1.558 contoh binatang.

Istana Bogor : Bangunan dan ruangan di Istana Bogor

Istana Bogor merupakan salah satu dari enam Istana Presiden Republik Indonesia yang mempunyai keunikan tersendiri dikarenakan aspek historis, kebudayaan, dan faunanya. Salah satunya adalah keberadaan rusa-rusa yang didatangkan langsung dari Nepal dan tetap terjaga dari dulu sampai sekarang. Seperti namanya, istana ini terletak di Bogor, Jawa Barat. Saat ini sudah menjadi tren budaya warga Bogor dan sekitarnya setiap hari Sabtu, Minggu, dan hari libur lainnya berjalan-jalan di seputaran Istana Bogor sambil memberi makan rusa-rusa indah yang hidup di halaman Istana Bogor dengan wortel yang diperoleh dari petani-petani tradisional warga Bogor yang selalu siap sedia menjajakan wortel-wortel tersebut setiap hari libur. Sekarang Istana Bogor digunakan sebagai tempat kediaman Presiden Joko Widodo sekaligus digunakan untuk menyambut tamu dari negara lain. Namun khalayak umum diperbolehkan mengunjungi secara rombongan, dengan sebelumnya meminta izin ke Sekretaris Negara, c.q. Kepala Rumah Tangga Kepresidenan.

Baca juga : Museum Zoologi Bogor Koleksi Fauna di Indonesia

Sejarah

Istana Bogor berada di kota Bogor yang pada era kolonial bernama Buitenzorg atau Sans Souci yang berarti “tanpa kekhawatiran”. Sejak tahun 1870 hingga 1942, Istana Bogor merupakan tempat kediaman resmi dari 38 Gubernur Jenderal Belanda dan satu orang Gubernur Jenderal Inggris.

Pada tahun 1744 Gubernur Jenderal Gustaaf Willem Baron Van Imhoff terkesima akan kedamaian sebuah kampung kecil di Bogor (Kampung Baru), sebuah wilayah bekas Kerajaan Pajajaran yang terletak di hulu Batavia. Van Imhoff mempunyai rencana membangun wilayah tersebut sebagai daerah pertanian dan tempat peristirahatan bagi Gubernur Jenderal.

Istana Bogor dibangun pada bulan Agustus 1744 dan berbentuk tingkat tiga, pada awalnya merupakan sebuah rumah peristirahatan, ia sendiri yang membuat sketsa dan membangunnya dari tahun 1745-1750, mencontoh arsitektur Blehheim Palace, kediaman Duke Malborough, dekat kota Oxford di Inggris. Berangsur angsur, seiring dengan waktu perubahan-perubahan kepada bangunan awal dilakukan selama masa Gubernur Jenderal Belanda maupun Inggris (Herman Willem Daendels dan Sir Stamford Raffles), bentuk bangunan Istana Bogor telah mengalami berbagai perubahan, sehingga yang tadinya merupakan rumah peristirahatan berubah menjadi bangunan istana paladian dengan luas halamannya mencapai 28,4 hektare dan luas bangunan 14.892 m².

Bangunan dan Ruangan di Istana Bogor

Sebelumnya Istana Bogor dilengkapi dengan sebuah kebun besar, yang dikenal sebagai Kebun Raya Bogor namun sesuai dengan kebutuhan akan pusat pengembangan ilmu pengetahuan akan tanaman tropis, Kebun Raya Bogor dilepas dari naungan istana pada tahun 1817. Istana Bogor mempunyai bangunan induk dengan sayap kiri serta kanan. Keseluruhan kompleks istana mencapai luas 1,5 hektare.

Bangunan induk Istana Bogor terdiri dari:

  • Bangunan induk istana berfungsi untuk menyelenggarakan acara kenegaraan resmi, pertemuan, dan upacara.
  • Sayap kiri bangunan yang memiliki enam kamar tidur digunakan untuk menjamu tamu negara asing.
  • Sayap kanan bangunan dengan empat kamar tidur hanya diperuntukan bagi kepala negara yang datang berkunjung.
  • Pada tahun 1964 dibangun khusus bangunan yang dikenal dengan nama Dyah Bayurini sebagai ruang peristirahatan presiden dan keluarganya, bangunan ini termasuk lima paviliun terpisah.
  • Kantor pribadi Kepala Negara
  • Perpustakaan yang dilengkapi dengan buku.
  • Ruang makan.
  • Ruang sidang menteri-menteri dan ruang pemutaran film.
  • Ruang Garuda sebagai tempat upacara resmi.
  • Ruang teratai sebagai sayap tempat penerimaan tamu-tamu negara.
  • Kaca Seribu.