Fakta Kompleks Makam Jerman di Bogor

 

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan beragam hasil rempah yang terkenal hingga berbagai penjuru dunia. Bahkan saking populernya, dalam catatan sejarah ada beberapa negara seperti Portugis, Inggris, Belanda, hingga Jepang yang pernah berusaha merebut kekayaan alam Nusantara dengan cara menjajah.

Baca juga : Fakta Curug Seribu Di Bogor Serta Misterinya

Namun tak banyak yang tahu jika dahulu Indonesia juga pernah didatangi oleh tentara Nazi dari Jerman. Rombongan dari armada kapal selam (U-Boot) U-195 dan U-196 tersebut ikut menjajah Indonesia setelah mendapat perintah dari Adolf Hitler untuk membonceng Jepang guna mengambil hasil bumi Indonesia.

Dalam misi tersebut, terdapat 10 tentara yang gugur dan dimakamkan di kawasan Arca, Desa Sukaresmi, Kecamatan Megamendung, Bogor, Jawa Barat. Seperti apa kisahnya, berikut informasi yang dihimpun oleh bogorcreativefest.com

Awalnya Ingin Di Buat Tugu

kompleks makam tersebut berada di dalam kawasan hutan di kaki Gunung Pangrango sehingga keberadaannya jarang diketahui. Bahkan untuk mengunjungi kompleks makam tersebut, tak semua kendaraan bisa masuk karena letaknya yang berada di perkebunan Cikopo.

Awalnya di lahan tersebut akan dibangun tugu untuk memperingati kawan-kawan mereka yang gugur di perairan Asia Tenggara. Namun karena banyaknya tentara Jerman yang gugur, akhirnya mereka menggunakan sebagian lahan perkebunan tehnya untuk dijadikan makam tentara Jerman yang gugur saat berperang melawan Inggris di laut Jawa pada tahun 1914.

Korban Salah Sasaran

Di masa Perang Dunia Kedua, tentara Jerman lebih leluasa masuk ke Indonesia mengingat mereka bersekutu dengan Jepang yang saat itu berhasil menduduki Hindia Belanda pada 1942. Saat itu banyak tentara Jerman yang gugur karena menjadi korban salah sasaran. Pasalnya secara postur dan bahasa, mereka mirip dengan pasukan Belanda sehingga kerap dibunuh oleh pejuang Indonesia.

Lokasi Upacara Peringatan Warga Jerman di Indonesia

Makam yang didesain dengan model nisan Eisernes Kreuz atau salib besi tersebut kerap dikunjungi oleh warga Jerman khususnya dari pihak kedutaan. Setiap minggu ketiga di bulan November, mereka memperingati para pahlawan yang gugur. Di acara tersebut, mereka akan melaksanakan upacara dengan gaya militer dan diiringi lagu kebangsaan Jerman.

“Setiap hari Minggu ketiga bulan November, Pemerintah Jerman selalu menggelar upacara kemiliteran di kompleks makam itu,” kata Nyai yang bekerja sebagai penjaga makam Jerman tersebut.